Episode – Si “AE” Mahasiswi Semester akhir univ negeri di Jawa Tengah.

 

Cerita ini terjadi disaat tahun 2000, disaat aku suntuk tidak bisa tidur, dengan banyak tugas kuliah S2ku yang aku kerjakan untuk aku berikan pada Dosenku minggu depan, iseng aku nyalakan kembali notebook dan aku koneksikan dengan internet dari dalam kamar. Jam menunjukan 13.00 pagi, aku browsing kesana kemari untuk mencari artikel untuk tugas tugas kuliahku.

Lelah aku, mencari artikel akhirnya mampir kedalam sebuah portal komunitas milik perusahaan KOREA http://www.xxxxx.com yang saat ini sudah not available, ditahun 2000 adalah booming DOTCOM dan PORTAL.

Ternyata portal itu memang cukup menarik ada fasilitas komunitas, entertainment, news, dll, akhirnya aku melihat bagian komunitas mencoba untuk me register dan melihat lihat anggotanya. Cool..seru juga ada fasilitas web chatnya ternyata dengan menggunakan JAVA. Setelah register, aku mencoba join dengan memilih profile anggota lain yang sedang online, akhirnya kutemukan nick RJJ dan mencoba untuk sekedar ngobrol menghilangkan rasa suntuk yang mendera otakku, dari awal perkenalan itu aku tahu dia bernama “AE” seorang mahasiswi tingkat akhir di univ negeri di jawa tengah, dari beberapa topic yang kita bicarakan ternyata wanita ini masih sangat muda, terpaut 5 tahun dibawahku, dan cukup cerdas terbukti dengan cara dia bicara dan usia dia yang relative muda untuk menyusun sebuah skripsi yang dari judul dan isinya sangat berbobot.

Selanjutnya aku jadi mempunyai “teman dekat” malam hari di internet pada setiap hari, setelah  pulang kantor biasanya aku tidur sebentar lalu belajar dan pacaran dengan si gadis ini.  Kami saling bercerita tentang semuanya dan bertukar foto, wajah imut dengan rambut ikal, kulit putih dan tubuh yang sangat mungil. Percakapan asmara ini berlangsung beberapa minggu dengan intensive dan aku mengetahui dia sudah pernah senggama dengan pacarnya dalam usia yang sangat relative muda, belum 17 tahun katanya.

Aku dan AE saling menyatakan cinta dan sayanng, dan memang aku sayang dengan dia, bahkan dia telah memberitahukan hubungan ini dengan kedua orang tuanya, waktu terus berjalan rasa rindu asmara dan kebutuhan biology kami membuahkan sebuah kesepakatan, aku ingin mengunjungi dia disela sela cuti kantor dan kuliah s2 ku, seminggu sebelum keberangkatan adalah sebuah imajinasi sex yang selalu menjadi topic pembicaraan antara aku dan AE, bisa dibayangkan bagaimana menggebu gebunya untuk bisa bertemu dengan wanita imut ini.  Tiba saatnya, pagi hari aku sudah berada di Stasiun untuk naik kereta eksekutif jurusan Jawa Tengah, Cuma satu tujuanku adalah memeluk kekasihku dan menemani dia selama liburan semester ini.  Kereta berjalan begitu cepat sore hari aku tiba di kota SG, celingak celinguk keluar stasiun atas panduan dia, akhirnya aku memesan taksi untuk menuju rumahnya dikawasan agak sedikit diluar pusat kota SG, berikut hotel yang menjadi rujukannya, sambil menikmati pemandangan dari dalam taksi tidak sampai 40 menit aku sudah sampai disebuah hotel kecil agak diluar kota SG. Hotel ini sepertinya hotel tua, dengan gayaa aristektur yang sudah terbilang kuno dan receptionist yang juga masih terlihat bahwa ini hotel bintang 2, cukup megah untuk ukuran kota ini.

Dengan model anak kunci jaman dulu aku bergegas membuka kamar hotel yang hmm…lumAEan spooky dan usang. Dengan harga segitu ya lumAEan karena tidak ada candidate hotel lain yang bisa aku pilih. 

Tuutt..Tuutt..Handphoneku berbunyi, terdengar suara halus seorang gadis, “Mas.? Sudah sampai hotel’? aku masih dijalan baru keluar kampus menyerahkan Bab terakhirku sama Dosen. “Kata AE sedikit serius”

Aku menjawab “iya, aku sudah dikamar no xxx, kamu langsung aja ya sayang”, Tapi Mas”? sergah dia, “Mas jangan kaget lihat aku, mungkin beda sama yang di foto loh?” dengan Logat Jawa nya kental sekali.  Aku tersenyum, dan menjawab “sudah ah, yang penting kamu datang, aku kangen..pingin peluk kamu”. Sambil menunggu hampir sejam tiba tiba pintu kamarku diketuk, Aku bergegas menuju untuk membukanya, dan dihadapanku berdiri seorang gadis mungil dengan rambut panjang, tingginya Cuma se ulu hatiku sangat kecil, kurus tomboy dan hmm..dengan jaket kampus yang lusuh dan hmm..kurang begitu feminine.

“Hai Mas..” dia tersenyum menatapku sambil memegang buku bukunya, “Hai sayang masuk yuk, aku menarik tangannya yang kecil tapi halus untuk masuk, ke kamar.” Dia termangu melihat aku, Aku bertanya kenapa sAE?” Hmm..nggak Mas, jawabnya terkesima, “mas ternyata tinggi banget “, tak fikir gak sampe segini Mas, sambil manja dan peluk peluk aku”, Aku biarkan dia memeluk aku…”mas, aku kangen…banget” aku seneng mas bisa datang”. “Iya, aku juga kangen kamu, kok dan aku sudah janji untuk bisa ketemu kamu” jawabku memberi jawaban atas rindu yang kami alami.

“Mas,…, AE mengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya, sebuah ajakan untuk mencium bibirnya, tanpa sebuah komando, ku lumat bibirnya yang mungil dan merah,..ternyata AE merespon begitu luar biasa, dengan gyaa ciuman menurutku aneh, agak berantakan dan belepotan dia terus mencoba coba untuk berkekpresi melumat bibirku, basah gak karuan diatas bibir dan dibawah daguku..tapi aku menikmati alur sentuhan yang diberikan Gadis daerah ini. Dia begitu bergelora birahinya…ku biarkan dia mengeluarkan dengan meraba dan membuka kancing kemejaku satu persatu.

Ku bantu tangan mungilnya untuk membuka kancing kemejaku, dan celana jeansku..dan aku Cuma menggunakan celana dalam sementara AE masih menggunakan jaket dan jeans lusuhnya, ku biarkan lidahnya melumat lumat puting, kulit perutku..dia belai dan raba bagian dadaku. Tangan kecilnya berhenti setelah memegang penisku yang menonjol dan kepalanya keluar dari batas jahitan karet celana dalamku. “Mas..hmm..gede banget mas..” agak gugup dengan mencoba untuk memegang lebih dalam batang penisku, Mas…kok panjang sih, belum sempat ku jawab, mulut mungilnya sudah menyentuh kepala penisku, hisapan kaku dan kocokan grogi yang aku rasakan selama dia mencoba untuk mengenal lebih jauh penis kekasih jakartanya.  Ternyata AE gadis yang cerdas dengan waktu singat dia bisa mensinkronisasikan kuluman bibirnya dan sedotan dibatang penisku, aku mulai..merasa nyaman dan dimanja….”ahhh..sayaang..ihh…..terus..hisap sampai pangkal..” pintaku.

AE berusaha menyenangkan..aku, dan uhukk..uhukk..uhukk..dia tersedak, panjang penisku tidak sebanding dengan panjang ruang  juga diameter mulut mungilnya…”mas..aku ndak bisa…kebesaran mas..” dia mencoba berkata untuk tidak mengecewakan aku, sambil mengocok penisku..naik turun.

Ku tarik badannya untuk naik diatasku, ku copot jaketnya dan dia mengerti apa yang aku mau..karena dia menungggu moment terindah ini, dia membantu membuka jaket, t-shirt dan celana jeansnya, sekarang terpampang dihadapanku yang sedang duduk diatas perutku adalah seorang gadis belia, dengan kulit putih bersih dan halus, buah dada yang kecil, ukuran 32 A  puting warna coklat muda sedikit merah jambu dan agak besar tidak sepadan dengan ukuran lingkar tetenya, tulang pinggul yang menonjol, bahkan tanganku sangat luas untuk bisa memegang kedua tetenya sekaligus.

Tidak menunggu waktu yang lama aku dan AE tenggelam dalam ciuman yang sangat panas, sesekali…aku emut tete kecilnya, dan dia mengejang, uh..mas..kembali aku lumat bibirnya dan ku pagut pagut..jengkal demi jengkal leher putihnya yang bersih, tetenya yang kecil dan cenderung rata sedikit membuatku agak sedikit harus ber improvisasi meremas, memainkan jari dan mulut serta lidahku, sebagai penyeimbang keindahan sex antara aku dengan AE. Ku naikan pinggulnya, masih diatas perutku dengan bertumpu diatas lututnya kuselipkan jemariku disela sela celana dalamnya..kusentuh mesra..untuk merasakan permukaan vaginanya, uhh..bulunya sedikit dengan clitoris yang agak besar, Kunaikan lagi tubuhnya agar vaginanya pas di bawah mulutku, AE mengerti dia membantu menepikan pinggiran celana dalamnya dan membiarkan lidahku meliuk liuk di clitorisnya, kedua tangannya berpegangan dengan tembok, nafasnya memburu..”aaaahhh..mas…m….a.a…as….ih….” rintih AE berkali kali disaat lidahku berhasil menyelusup kedalam liang vaginanya, aku menikmati…air vaginanya mulai banyak…uhh..sluurrpp..ku jilati  rembesan demi rembesan  dan kutelan, gurih..dan nikmat rasa air vagina AE, uhh..”mas……uuuu”. kedua lutut AE mengejang..dia menekan turun vaginanya nyaris aku tidak bisa nafas…..Kupegang pinggul AE dan dia..bergetar..mengelinjang..”sssssshhhsshh…mma…sss”, AE mendapatkan orgasmenya yang pertama, dia lemas..masih diatasku dia bersandar maju..sehingga wajahku tertutup oleh perutnya, “uhh..uhh..hhmmhhphh..” AE bertumpu pada tembok dengan menempelkan jidatnya didinding hotel XXX. “mas…ih…tadi aku kenapa’? kok aku bisa kaya gitu’?? Tanya AE polos. “kamu orgasme sayang’, memang kamu belum pernah merasakan itu dengan pacar kamu dulu.”. Tanyaku heran. “belum mas..belum…aku baru ini…mas..rasanya aku gak ngerti..enak banget..tapi aku lemes”.  Ku biarkan dia mengatur nafasnya, sambil menunggu…nafasnya teratur, aku pelorotin celana dalamnya, berikut celana dalamku, sempurna aku dan AE bugil dan kulit kami saling bersentuhan.

Dalam posisi masih diatasku, karena tubuhnya sangat mungil, dengan mudah aku bisa mengatur dan memindahkan tubuh AE kuturunkan dan kugeser kebawah agar vaginya bisa bertemu dengan penisku, yang masih berdiri dan agak melengkung dengan urat urat yang menonjol. AE merasakan hangat kulit penisku ketika menempel di permukaan vaginanya, adalah sebuah sensasi yang indah saat itu bagi aku dan AE, perlahan AE menggesek permukaan vaginanya naik turun menyusuri panjang penisku, “ssss..tt..sshh..mas..sshh..hmmphh.”…matanya terpejam..Cuma desis an yang terdengar dari mulut mungilnya.

AE memang gadis cerdas, dia tahu apa yang aku inginkan yaitu memasukan seluruh batang penisku kedalam liang vaginanya. “hmmmmphm..mas, entotin memekku mas..” sambil dia memegang batang kontolku dan diarahkan tepat diatas…ku bantu dengan memegang pinggulnya, dengan posisi sedikit berjongkok, kepala penisku mulai, merasakan lembutnya bibir vagina AE, ‘Aahh..sayang..ahh….” beberapa kali kepala kontolku meleset dari liang vagina AE,  kembali tangan mungilnya memegang kepala penisku, uhh..dengan sedikit menunduk, dan kadang menatapku nanar, AE mengigit bibirnya merasakan perlahan, kepala kontolku sudah dipagut oleh bibir vaginanya, “sss,..ss.h..” Mas..uhh..”…dengan perlahan dan telaten pinggul AE bergoyang turun kebawah agak penisku tidak lepas lagi dari cengkraman vaginanya, “hhmm..ssst..memek mu..sempit..say….” ih…ssshh…erangku menahan nikmat sempitnya vagina AE yang mungil.  “aahhhhh maa…ss..aahh..sontak AE melingkingkan badannya kebelakang, kedua tangannya menumpu pada betis kakiku disaat aku sodok dengan pasti untuk mencapai pangkal..vaginanya…..”ahhhh..mmm..aass…” AE mengigit bibirnya, kedutan mulai terasa di kulit batang penisku, kedutan indah dari dinding vagina AE dan dia merasakan sebuah batang penis kokoh dengan urat urat yang menonjol sedang bergesekan dengan dinding vaginanya yang lembut, sensasi yang luar biasa.  Uh..ternyata vagina AE kecil sekali, melahap penisku, nikmat..indahnya sebuah vagina dari seorang gadis belia.

Setelah kudiamkan sejenak, untuk merasakan kedutan kedutan di dinding vagina AE, aku mulai mengangkat pinggulnya naik turun…AE mengerti gerakan itu, dia mencoba untuk mengimbangi gerakan ku…dengan memompa keatas dan kebawah pinggulnya, sssllepp..slleeppp….kedua kelamin kamu bertemu dan membunyikan suara..indah, basah keringat AE menitik dari sela sela jidatnya, dengan mengikuti irama hentakan penisku, AE berimprovisasi sambil mengulum putingku, Uggh..ugh…ku pompa keras dan lebih cepat batang penisku kedalam vagina AE. ‘’ eeeegh…hmmph..ssshh..ssshh…AE terus menjilatin sambil mengemut puting didadaku…Ah..mas…oohh……Kedutan vagina AE makin terasa..dan dia mulai….merasakan untuk mendapatkan orgasme ke 2 nya, basah..mendera..seluruh batang penisku disaat orgasme AE datang.

Orgasme ke 2 AE membuat lumayan lebih licin yang aku rasakan pada penisku. Aku ingin menjelajah vaginanya, dengan kontolku yang besar dan sedikit melengkung, masih dalam posisi menancap di dalam vagina AE, kubalikan badannya, dan posisi aku diatas.tangan kiriku menopang badan AE yang mungil, agar bisa terus menjilati putingku,..dia sangat menyukai putingku, kaki kanannya ku angkat dan kutopang pada bahuku yang kuat..sehingga. aku bisa menekan lebih dalam…vagina AE…sleep..sllleepp..sleepp…decak basah vagina AE mewarnai keringat kami yang bercampur dengan gesekan gesekan tubuh aku dan AE, AE…pasrah hanya bisa memejamkan matanya dan mendesah dengan bibir terbuka…’dia menikmati orgasme ke 2 nya’.

Nyiit..kreek..nyiiitt..ranjang tua hotel XXX, ikut berbunyi mengikuti gerakan turun naik tubuhku diatas tubuh mungil..AE… Nyiit..kreek..nyiiitt…..” . Suara derit ranjang tua hotel XXX menganggu konsentrasi senggamaku dengan AE, dia tahu aku mulai gelisah dengan suara itu…dia tersenyum..”mas..berisik..ya”? “Iya” jawabku, sambil terus memompa vagina AE.  Tidak sabar aku mendengar derit ranjang tua, aku minta AE untuk menjepit kedua kakinya di pinggulku, Penisku masih menancap kokoh di vaginanya, aku gendong dia, kedua tangannya melingkar di pundak leherku,..ku tinggalkan ranjang dan kusandarkan dia di dinding, Mata AE terbelakak tidak menyangka, sensasi gaya bediri bisa membuatnya menggelinjang…ku entot dalam dalam vaginanya, dengan membabi buta kutekan tekan penisku dalam vagina AE, “aaghh…aahh..ahh…AE mengelinjang gelinjang sambil mengigit punggungku, “mass..aaaa mmm…aa..ssshhh…” uhhhhhh..ma…ss..shh..” AE meronta dan mengelinjang….menanti orgasmenya yang ke 3, tanpa sadar aku gendong kembali dan kurebahkan dia di lantai dingin kamar hotel XXX.

Aku pacu semua keperkasaanku..untuk mendapatkan orgasme bersamaan..dengan AE, gerakan keluar masuk penisku semakin cepat..dan semakin cepat..AE tak kuasa menahan nikmat…dia mencengkram dan mencakar..punggungku..”sssshaa…aaa..hh……aahmm..ass…” Uh..aahh..ahh…keringat mulai bercucuran di tubuhku, menetes di atas belahan tete AE, uh..desakan spermaku mulai meronta ronta…uhh..kepacu terus..penisku seiring kedutan vagina AE yang menjelajahi ujung sampai batang penisku……AE..mengelinjang..dan aku mengejang……….”arrgghhh…..arrgh…,eranganku mengiringi semprotan spermaku berkali kali…divagina AE, Banyak sekali, putih dan kental……kutekan semakin dalam untuk menyemprotkan spermaku yang terakhir….AE memelukku rapat, disembunyikan wajahnya dalam pelukan dadaku…Uuhhh..mas..kamu..tak dilanjutkan kata katanya AE terkulai lemas, kubiarkan penisku menancap dalam vaginanya, hangat dan lembab yang aku rasakan…kupeluk dia sambil merasakan penisku perlahan mengecil dalam vaginanya,…..kupindahkan tubuhnya ketas ranjang tua hotel XXX, dia tertidur..dan kulihat spermaku yang kental berwarna putih perlahan merembes…menetes mengalir perlahan dikulit pahanya yang putih.

Ku kecup dia,…sambil ku bakar rokok Marlboro merahku, kunikmati wajah mungilnya yang tertidur bahagia.

Name Categori A Etnis Age get from
 AE   Jawa young Internet

  

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s